Tugas dan Tanggung Jawab Pemimpin

Salah satu tugas dan tanggung jawab Pemimpin adalah melindungi rakyatnya. Melindungi rakyat dari :
1. Kemiskinan
2. Kesengsaraan
3. Ketidak adilan
4. Kebodohan
5. Kemaksiatan
6. Dan lain-lain.

Adakah dan sudahkah hal-hal diatas dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK selaku pemimpin negara ini ?

Fakta dihadapan kita justru menunjukkan :
1. Rakyat semakin disengsarakan dengan kebijakan-kebijakan menaikkan harga bbm, tarif dasar listrik, air, gas elpiji, yang berdampak pada kenaikan tarif transportasi dan harga sembako yang merupakan vitalitas kehidupan orang banyak.

2. Hukum semrawutan dan keadilan amburadul. Lihat kasus-kasus dibawah ini :
★ Kasus pengesahan pengurus DPP PPP dan Partai Golkar, pemerintah menetapkan secara centang prenang dan serampangan.
★ Media-media Islam dipasung. Situs-situs Islam diblokir tampa proses kajian dan proses hukum.
★ Perahu-perahu kecil pencuri ikan di bumi hanguskan, sedangkan kapal-kapal raksasa pencuri ikan tidak pernah terlihat dihadapan kita di bumi hanguskan.
★ Institusi hukum berantakan dan saling mengkriminalisasi, lihat kasus KPK Vs Polri yang baru saja terjadi.

3. Rakyat semakin dibodohi. Sewaktu kampanye ratusan janji diberikan, namun realitanya sampai saat ini janji-janji tu diingkari dan didustakan.

4. Kemaksiatan tumbuh subur. aliran-aliran sesat yang paling berbahaya justru mendapat angin segar, seperti Syiah dan JIL, bahkan berada di lingkaran pemerintahan dan menjadi bagian dalam mengelola negara ini.
--------
Islam benar mengajarkan kepada kita untuk taat kepada pemimpin (amir), namun ada batasan dan kode etik dalam mentaati pemimpin itu. Batasan itu adalah : "taatilah dia dalam taat kepada Allah dan Langgarlah dia dalam maksiat kepada Allah.

[baca selengkapnya..]

Hukum Gravitasi Newton

Jika malam telah tiba, perhatikanlah bulan di langit! Apakah bulan dalam keadaan diam saja? Apakah bulan jatuh ke bumi? Mengapa?

Perhatikan pula situasi sebuah pohon di sekitarmu ? Apakah ada daun pada pohon yang jatuh di bawah pohon ? Mengapa daun yang massanya ringan dapat jatuh ke permukaan bumi, sedang bulan yang massanya jauh lebih besar dibandingkan selembar daun tidak jatuh ke bumi ?

Gaya Gravitasi

Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi. Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu ”gaya pada suatu jarak” yang memungkinkan dua benda atau lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael Faraday, pada abad 18 diubah menjadi istilah ”medan”. Adapun pengertian medan adalah tempat di sekitar suatu besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam suatu entitas tertentu. Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda yang masih berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi sudah dapat diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut tidak dapat dipengaruhi. Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang massanya lebih kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik bumi.

Dalam penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-menarik dapat berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda, dan dirumuskan:

F = gaya tarik-menarik antara kedua benda (N)
m1 = massa benda 1 (kg)
m2 = massa benda 2 (kg)
r = jarak antara kedua pusat benda (m)
G = tetapan gravitasi universal

Saat itu Newton belum dapat mendefinisikan besar dari G. Nilai G tidak dapat diperoleh dari teori, namun harus melalui eksperimen. Orang yang pertama kali melakukan eksperimen untuk menentukan nilai G adalah Henry Cavendish, dengan menggunakan neraca torsi. Neraca seperti ini kemudian disebut neraca Cavendish.

Bola dengan massa yang berbeda, yaitu m dan M yang dapat bergerak bebas pada poros, akan tarik menarik, sehingga akan memuntir serat kuarsa, sehingga cahaya yang memantul pada cermin pun akan bergeser pada skala. Dengan mengkonversi skala, dan memperhatikan jarak m dan M serta massa m dan M, maka Cavendish menetapkan nilai G sebesar 6,754 x 10-11 N.m2/kg2. Nilai ini kemudian kini dengan perlengkapan yang lebih canggih disempurnakan, sehingga diperoleh nilai:

G = 6,672 x 10-11 N.m2/kg2.
Gaya gravitasi merupakan besaran vektor, sehingga bila suatu benda mengalami gaya tarik gravitasi dari lebih satu benda sumber gravitasi, maka teknik mencari resultannya dipergunakan teknik pencarian resultan vektor. Misalnya dua buah gaya F1 dan F2 yang membentuk sudut a, resultan gayanya dapat ditentukan berdasarkan persamaan :
[baca selengkapnya..]