Home » Posts filed under Informatika
Pengamanan Komputer dari Faktor sistem Operasi
Pengganggu komputer
dari faktor sistem operasi banyak terjadi karena faktor manusia,
yaitu Identification dan Authentication. Untuk mengamankan keduanya, Kita dapat
mengikuti cara berikut ini :
Identification
Password dapat
diibaratkan seperti sikat gigi yang digunakan setiap hari. Oleh Karena itu,
harus mengganti password tersebut secara periode dan jangan digunakan oleh
orang lain. Password menjadi tanggung
jawab setiap orang (Pemilik), sehingga kita dapat mengikuti cara – cara di
bawah ini agar password lebih
terjamin.
- Jangan biarkan login tanpa password, Jika kita bekerja dengan jaringan dan kita adalah seorang administrator sistem, pastikan setiap account mempunyai password
- Jangan pernah membiarkan seseorang menggunakan password kita, Jika kita sudah terlanjur memberitahukan kepada orang lain, segeralah mengganti password dengan yang baru.
- Janganlah menulis password pada layar monitor, meja, atau sekitar ruang kerja.
- Jangan mengetik password, sementara di belakang atau sekeliling komputer kita ada orang lain yang mengawasi.
- Jangan mengirimkan password secara online ke suatu tempat melalui e-mail, karena ada kemungkinan orang lain akan menyadap saluran e-mail anda.
Apabila anda diperbolehkan
memilih password, pilihlah password yang sukar ditebak. Dibawah ini
saran – saran untuk menentukan nama password,
yaitu :
- Jangan menggunakan kata – kata dalam bahasa Inggris.
- Jangan menggunakan nama – nama, seperti nama sendiri atau keluarga, pahlawan fiktif, anggota keluarga, hewan piaraan dan lain – lain.
- Boleh juga menggunakan kata – kata yang tidak mempunyai arti, misalnya Jt93gpy
- Sebaiknya gunakan gabungan huruf dan angka.
- Jangan menggunakan nomor telepon anda.
- Pilih Password yang panjang, karena jika password anda hanya beberapa huruf atau angka atau kombinasi keduanya, akan mudah ditemukan. Gunakan minimal 6 – 8 karakter.
- Apabila anda bekerja dengan jaringan, sebaiknya bedakan password antara host (Komputer) yang satu dengan yang lain.
- Password yang baik adalah yang menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil.
Authentication
- Proses pengenalan peralatan, sistem operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer
- Autentikasi dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan password
- Jangan pernah meninggalkan kartu pengenal atau kunci di tempat terbuka, walaupun hanya sebentar.
- Tempatkan kartu pengenal atau kunci pada tempat yang sulit dijangkau oleh orang lain, atau letakkan pada tempat yang dapat anda kunci dari luar.
- Pada beberapa negara maju pengamanan kmputer telah menggunakan sensor untuk mengamankan komputer. Oleh karena itu, jangan pernah merekam sidik jari atau telapak tangan atau suara pada komputer anda karena akan mudah bagi oarang lain untuk membuat duplikatnya.
Bila anda
seorang administrator sistem, sebaiknya anda membagi file – file tersebut
menjadi beberapa tingkatan, yaitu :
·
Siapa yang boleh membaca file anda.
·
Siapa yang boleh mengubah file anda.
·
Data anda di share (mendapat bagian
yang sama) dengan user yang lain.
Enkripsi Public Key
Salah satu yang menjadi kesulitan
utama dari enkripsi konvensional adalah perlunya untuk mendistribusikan kunci
yang digunakan dalam keadaan aman. Sebuah cara yang tepat telah diketemukan
untuk mengatasi kelemahan ini dengan suatu model enkripsi yang secara
mengejutkan tidak memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan. Metode ini
dikenal dengan nama enkripsi public-key dan pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1976.
Plain
teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks -> Algoritma Dekrispsi ->
Plain teks
User A | | User B
Private Key B ----|
|----------------------Kunci (Key) --------------------|
Gambar 2
User A | | User B
Private Key B ----|
|----------------------Kunci (Key) --------------------|
Gambar 2
Algoritma tersebut seperti yang
digambarkan pada gambar diatas. Untuk enkripsi konvensional, kunci yang
digunakan pada prosen enkripsi dan dekripsi adalah sama. Tetapi ini bukanlah
kondisi sesungguhnya yang diperlukan. Namun adalah dimungkinkan untuk membangun
suatu algoritma yang menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan pasangannya,
kunci yang berbeda, untuk dekripsi. Lebih jauh lagi adalah mungkin untuk
menciptakan suatu algoritma yang mana pengetahuan tentang algoritma enkripsi
ditambah kunci enkripsi tidak cukup untuk menentukan kunci dekrispi. Sehingga
teknik berikut ini akan dapat dilakukan :
- Masing
- masing dari sistem dalam network akan menciptakan sepasang kunci yang
digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dari informasi yang diterima.
- Masing
- masing dari sistem akan menerbitkan kunci enkripsinya ( public key )
dengan memasang dalam register umum atau file, sedang pasangannya tetap
dijaga sebagai kunci pribadi ( private key ).
- Jika
A ingin mengisim pesan kepada B, maka A akan mengenkripsi pesannya dengan
kunci publik dari B.
- Ketika
B menerima pesan dari A maka B akan menggunakan kunci privatenya untuk
mendeskripsi pesan dari A.
Seperti yang kita lihat,
public-key memecahkan masalah pendistribusian karena tidak diperlukan suatu
kunci untuk didistribusikan. Semua partisipan mempunyai akses ke kunci publik (
public key ) dan kunci pribadi dihasilkan secara lokal oleh setiap partisipan
sehingga tidak perlu untuk didistribusikan. Selama sistem mengontrol masing -
masing private key dengan baik maka komunikasi menjadi komunikasi yang aman.
Setiap sistem mengubah private key pasangannya public key akan menggantikan
public key yang lama. Yang menjadi kelemahan dari metode enkripsi publik key
adalah jika dibandingkan dengan metode enkripsi konvensional algoritma enkripsi
ini mempunyai algoritma yang lebih komplek. Sehingga untuk perbandingan ukuran
dan harga dari hardware, metode publik key akan menghasilkan performance yang
lebih rendah. Tabel berikut ini akan memperlihatkan berbagai aspek penting dari
enkripsi konvensional dan public key.
Enkripsi Konvensional
Proses enkripsi ini dapat
digambarkan sebagai berikut :
Plain
teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks ->Algoritma Dekrispsi ->
Plain teks
User A | | User B
|----------------------Kunci (Key) --------------------|
User A | | User B
|----------------------Kunci (Key) --------------------|
Gambar 1
Informasi asal yang dapat di
mengerti di simbolkan oleh Plain teks, yang kemudian oleh algoritma Enkripsi
diterjemahkan menjadi informasi yang tidak dapat untuk dimengerti yang
disimbolkan dengan cipher teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu
algoritma dan kunci. Kunci biasanya merupakan suatu string bit yang pendek yang
mengontrol algoritma. Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda
tergantung pada kunci yang digunakan. Mengubah kunci dari enkripsi akan
mengubah output dari algortima enkripsi.
Sekali cipher teks telah
dihasilkan, kemudian ditransmisikan. Pada bagian penerima selanjutnya cipher
teks yang diterima diubah kembali ke plain teks dengan algoritma dan dan kunci
yang sama.
Keamanan dari enkripsi
konvensional bergantung pada beberapa faktor. Pertama algoritma enkripsi harus
cukup kuat sehingga menjadikan sangat sulit untuk mendekripsi cipher teks
dengan dasar cipher teks tersebut. Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma
enkripsi konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya bukan
algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk
mendekripsikan informasi dengan dasar cipher teks dan pengetahuan tentang
algoritma diskripsi / enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga
kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.
Manfaat dari konvensional
enkripsi algoritma adalah kemudahan dalam penggunaan secara luas. Dengan
kenyataan bahwa algoritma ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya dengan maksud
bahwa pembuat dapat dan mampu membuat suatu implementasi dalam bentuk chip
dengan harga yang murah. Chips ini dapat tersedia secara luas dan disediakan
pula untuk beberapa jenis produk. Dengan penggunaan dari enkripsi konvensional,
prinsip keamanan adalah menjadi menjaga keamanan dari kunci.
Model enkripsi yang digunakan
secara luas adalah model yang didasarkan pada data encrytion standard (DES),
yang diambil oleh Biro standart nasional US pada tahun 1977. Untuk DES data di
enkripsi dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan menggunakan
kunci ini, 64 data input diubah dengan suatu urutan dari metode menjadi 64 bit output.
Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan untuk mengubah kembali
enkripsi.
Kepedulian Masalah Jaringan Komputer
Overview
Pendefinisian
keamanan (pada jaringan komputer) dapat dilakukan dengan melihat target yang
ingin dicapai melalui konsep 'aman'. Berikut adalah daftar fitur yang dapat mencegah/mengantisipasi serangan
dari pihak luar ataupun pihak dalam.
Security
Policy
Sebelum melanjutkan implementasi
ke tingkat yang lebih jauh sebaiknya ditentukan dulu apa yang hendak dilindungi
dan dilindungi dari siapa. Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu penentuan
kebijakan keamanan yang diambil.
- Informasi
apa yang dianggap rahasia atau sensitif ?
- Anda
melindungi sistem anda dari siapa ?
- Apakah
anda membutuhkan akses jarak jauh?
- Apakah
password dan enkripsi cukup melindungi ?
- Apakah
anda butuh akses internet?
- Tindakan
apa yang anda lakukan jika ternyata sistem anda dibobol?
Serta masih banyak pertanyaan
lain tergantung bentuk organisasi yang anda kelola.
Kebijaksanaan
keamanan tergantung sebesar apa anda
percaya orang lain, di dalam ataupun di luar organisasi anda. Kebijakan
haruslah merupakan keseimbangan antara mengijinkan user untuk mengakses
informasi yang dibutuhkan dengan tetap menjaga keamanan sistem.
Keamanan Secara
Fisik
Fisik dalam bagian
ini diartikan sebagai situasi di mana seseorang dapat masuk ke dalam
ruangan server/jaringan dan dapat
mengakses piranti tersebut secara illegal. Orang yang tidak berkepentingan ini
bisa saja seorang tamu, staf pembersih, kurir pengantar paket, dan lainnya yang
dapat masuk ke ruangan tersebut dan mengutak-atik piranti yang ada. Apabila
seseorang memiliki akses terhadap ruangan tersebut, orang tersebut bisa saja memasang program trojan
horse di komputer, melakukan booting dari floppy disk, atau mencuri data-data penting (seperti file
password) dan membongkarnya di tempat yang lebih aman.
Untuk menjaga keamanan, taruhlah server di ruangan
yang dapat dikunci dan pastikan bahwa ruangan tersebut dikunci dengan baik. Untuk menghindari
pengintaian, gunakan screen-saver yang dapat dipassword. Atur juga semua komputer untuk melakukan fungsi
auto-logout setelah tidak aktif dalam jangka waktu tertentu.
BIOS
Security
Sebenarnya
seorang admin direkomendasikan men-disable
boot dari floppy. Atau bisa dilakukan dengan membuat password pada BIOS dan
memasang boot password.
Jaringan Komputer
Keamanan Jaringan
Satu hal yang perlu
diingat bahwa tidak ada jaringan yang anti sadap atau tidak ada jaringan
komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan
komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan
disalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi
penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus.
Selain itu, pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuan yang cukup
mengenai keamanan dan pastikan bahwa mereka menerima dan memahami rencana
keamanan yang Anda buat. Jika mereka tidak memahami hal tersebut, maka mereka
akan menciptakan lubang (hole) keamanan
pada jaringan Anda.
Ada dua elemen utama
pembentuk keamanan jaringan :
·
Tembok pengamanan, baik secara fisik maupun maya,
yang ditaruh diantara piranti dan layanan jaringan yang digunakan dan
orang-orang yang akan berbuat jahat.
·
Rencana pengamanan, yang akan diimplementasikan
bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistem tidak bisa ditembus dari
luar.
Segi-segi keamanan
didefinisikan dari kelima point ini.
a.
Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi
(data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b.
Integrity Mensyaratkan bahwa informasi
hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c.
Availability Mensyaratkan bahwa informasi
tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d.
Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu
informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas
yang didapat tidak palsu.
e.
Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim
maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan
pesan.
Serangan (gangguan)
terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
a.
Interruption
Suatu aset dari suatu
sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh
yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras
atau saluran jaringan.
b.
Interception
Suatu pihak yang
tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa
berupa orang, program, atau sistem yang
lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c.
Modification
Suatu pihak yang
tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah
perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan
tidak semestinya, dan modifikasi pesan
yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d.
Fabrication
Suatu pihak yang
tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem.
Contohnya adalah
pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
Ada beberapa prinsip
yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan :
§
diam
dan semua akan baik-baik saja
§
sembunyi
dan mereka tidak akan dapat menemukan anda
§
teknologi
yang digunakan kompleks/rumit, artinya aman