Teknik Penanaman Kelapa Sawit


Penanaman
Bibit yang ditanam di lapangan sebaiknya telah berumur 12 – 14 bulan.Kedalaman lubang tanam harus diatur agar suhu dengan tinggi polybag ditambah5 cm. Misalnya tinggi polybag 45 cm kedalaman lubang menjadi 50 cm.Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan agar tanaman tidak kekurangan air.Tanaman yang mati harus segera disulam agar pertumbuhan tanamantersebut tidak ketinggalan dari tanaman lainnya.
Tanaman Penutup Tanah (Cover Crop). Penanaman tanaman penutup tanah dapat ditanam sebelum maupunsesudah bibit kelapa sawit ditanam. Tanaman penutup tanah sangat dianjurkan diperkebunan kelapa sawit karena tanaman penutup tanah memiliki manfaat sebagaiberikut :
  1. Menghindarkan tanah dari bahaya erosi
  2. Guguran daun dari bintil akarnya bisa memberi tambahan unsur Nitrogen (N)pada tanah.
  3. Menekan pertumbuhan alang-alang dan gulma lain.

Jenis-jenis tertentu seperti :
  1. Pueraria triloba
  2. mampu menghisap banyak airsehingga cocok ditanam di lokasi yang rendah atau bekas rawa

Pemasangan Ajir
Ajir adalah kayu atau bambu yang ditancapkan di tempat-tempat yangakan ditanam kelapa sawit. Ajir ini sebagai tanda bagi kontraktor atau buruhuntuk membuat lubang tanam.Barisan panjang dibuat dari arah utara – selatan. Pemancangan dilakukansetelah selesai pembukaan lahan.Alat dan bahan yang digunakan untuk pemasangan ajir antara lain;Theodolite atau kompas, tali, pancang

Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dan dibiarkanselama 2 minggu. Sebelum ditanami di beri pupuk   Rock  Fosfat yang merupakan jenis pupuk fosfat alam. Dosis 1 kg per lubang dan diaplikasikan setelah lubangtanam dibuat atau bersamaan dengan kegiatan menanam.



[baca selengkapnya..]

Pembibitan Kelapa Sawit


PEMBIBITAN
a. Perkecambahan
Berikut ini proses perkecambahan kelapa sawit :
1)Tendon buah diperam selama ± 3 hari supaya semua buah rontok dari tendonbuah. Siram air sesekali.
2) Pisahkan buah dari tendonnya dan peram lagi selama 3 hari.
3) Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging basah dan biji.
4) Cuci biji dengan air, lalu rendam selama 6-7 hari. Ganti air rendaman setiaphari.
5) Rendam biji dengan Dithane M-45 pada konsentrasi 0,2 % selama 2 menit lalukeringkan.
6) Masukkan biji dalam kaleng perkecambahan, lalu simpan dalam ruangankhusus bersuhu ruang 39ºC dengan kelembaban 60-70 % selama 60 hari.
7) Angin-anginkan benih selama 3 menit setiap 7 hari sekali.
8) Setelah 60 hari, rendam benih ke dalam larutan Dithane M-45 0,2 % selama 2menit.
9) Simpan benih di ruangan dengan suhu 27ºC. Setelah 10 hari benih akanberkecambah.

b. Pembibitan Awal
(Pre-Nursery) Siapkan polybag kecil warna hitam dengan ukuran panjang 14 cm,lebar 8 cm dan tebal 0,14 cm. Kemudian media tanam berupa tanah bagian atas ( topsoil ) + kompos dengan perbandingan 6 : 1. Media tanam dimasukkan kedalam polybag dan disusun di bedengan yang berukuran Panjang 10 meter xLebar 1,2 meter x Tinggi 0,15 meter. Jarak antar bedengan 0,8 meter. Sebelumpenanaman kecambah, polybag harus disiram dahulu. Tanah di tengah-tengahpolybag dilubangi dengan telunjuk tangan, lalu kecambah dimasukkan ke dalamlubang dengan bakal daun ( plumula ) yang bentuknya agak tajam dan berwarnakuning yang menghadap ke atas.
 
c. Pemeliharaan bibit di pembibitan awal dengan cara sebagai berikut :
(1) Bibit disiram setiap hari (pagi atau sore).
(2) Bibit yang berada di bedengan dinaungi hingga kecambah berdaun 2-3 helai.
(3) Mencabut rumput yang berada dalam polybag.
(4) Jika bibit terlihat kekurangan unsur hara dengan ciri daun menguning, makabibit perlu dipupuk menggunakan urea (N) dengan dosis 2 gram per liter air(0,21%) untuk 100 bibit. Pupuk diaplikasikan dengan cara disemprot
(5) Pemberantasan hama dan penyakit secara terpadu.Pembibitan awal dilakukan sampai umur 3 bulan atau kecambah sudahberdaun 4 lembar. Selanjutnya bibit dipindahkan ke pembibitan utama ( Main Nursery).


c. Pembibitan Utama ( Main-Nursery)
Main Nursery sebaiknya berada dekat jalan untuk memudahkanpengangkutan, lokasi ini juga harus bebas genangan air atau banjir serta dekatdengan sumber air untuk memudahkan penyiraman.Tanah yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam polybag besarberukuran 40 x 50 cm. Pengisian tanah jangan terlalu penuh agar saat pemupukandan penyiraman tidak keluar. Selanjutnya polybag disiram dan bibit sawitdipindahkan dari polybag kecil ( baby bag ) ke polybag besar.Bibit yang telah dipindahkan ke polybag besar, selanjutnya disusun dengan jarak 70 x 70 x 70 cm satu hektar pembibitan main nursery dapat menyediakan50–60 hektar lahan penanaman. Petak atau bedengan dibuat memanjang denganarah timur ke barat. Ukuran panjang dan lebarnya disesuaikan dengan kondisilapangan dan jaringan irigasi.Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiangandilakukan dengan mencabut gulma yang timbul dalam polybag satu bulan sekali.Rumput-rumput yang tumbuh di luar polybag dibersihkan 2 bulan sekali dengancangkul atau herbisida.
Untuk pemupukan dosis dan jadwalnya tergantung pada umur danpertumbuhan bibit. Dimain nursery
, lebih dianjurkan untuk menggunakan pupuk majemuk N-P-K-Mg dengan komposisi 15-15-6-4 atau 12-12-17-2 serta ditambah kieserite (pupuk yang mengandung unsur Ca dan Mg).Rekomendasi pemupukan bibit kelapa sawit di main nursery (gram perbibit).Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara manual dan kimiawi(disemprot) dan dilakukan apabila ada gejala serangan.

d. Seleksi
Seleksi di main nursery dilakukan dalam 4 tahap sebagai berikut :
(1) Setelah bibit dipindahkan dari prenursery
(2) Setelah bibit berumur 4 bulan.
(3) Setelah bibit berumur 8 bulan.
(4) Saat dipindahkan ke lapangan.
Ciri bibit tidak normal dan harus dibuang sebagai berikut :
1. Bibit yang memanjang kaku (errectic),
2. Tinggi melebihi rata-rata dan kakudaunnya.
3. Bibit yang permukaannya rata (flat ) dan daun muda lebih pendek.
4. Bibit yang merunduk ( limp
5. Bibit yang daunnya tidak membelah.
6. Anak daun yang pendek ( short leaflet), sempit, dan selalu menggulung.

[baca selengkapnya..]

Syarat Tumbuh Kelapa Sawit


 a. Curah Hujan
Curah hujan yang ideal bagi kelapa sawit yakni 2.000 – 2.500 mm pertahun dan tersebar merata setiap tahun. Musim kemarau selama tiga bulan ataulebih dapat menurunkan produksi kelapa sawit. Sedangkan curah hujan yangtinggi tidak berpengaruh buruk terhadap produksi kelapa sawit, asalkan drainasedan penyinaran matahari cukup baik.

b. Penyinaran Matahari
Tanaman kelapa sawit termasuk tanama heliofil atau menyukai cahayamatahari. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit,pertumbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang.Selain itu, tanaman dewasa yang ternaungi produksi bunga betinanyasedikit sehingga perbandingan bunga betina dengan bunga jantan

c. Tanam
Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di banyak jenis tanah,yang penting tidak kekurangan air pada musim kemarau dan tidak tergenang airpada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim hujan (drainase baik).Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada pH 4 – 6.5.

B. Jenis-Jenis Tanah
1. Tanah-tanah yang baik untuk pertumbuhan kelapa sawit-
Tanah LatosolTanah latosol di daerah tropis bisa berwarna merah, coklat, dan kuning.Tanah latosol terbentuk di daerah yang iklimnya juga cocok untuk tanaman kelapa sawit.
Tanah AluvialTanah-tanah aluvial sangat penting untuk tanaman kelapa sawit, meskipunkesuburannya di setiap daerah/tempat berbeda-beda  Di Sumatera, jenis tanah yang ditanami kelapa sawit seperti :
  • Laparitik  latasol  yang disebut podsolik merah kuning
  • Basallik, andesitik yang berasal dari deposit vulkanik tua
  • Sedimen (endapan) dari laut dan sungai.
  • Tanah-tanah aluvial yang ditutupi gambut dengan ketebalan kurangdari 10 cm.2.
  • Tanah yang tidak baik untuk pertumbuhan kelapa sawit
  • Tanah-tanah yang berdrainase buruk. Tanah berdrainase buruk disebabkankarena permukaan air tanah yang tinggi, dekat sungai, dan rawa-rawa..
  • Tanah-tanah lateritik yang mengandung lapisan besi. Pada musim kemarautanah lateritik akan cepat kering sehingga tanaman menderita kekeringan.
  • Tanah-tanah yang berpasir di pantai.
  • Gambut yang dalam (deep peat ).
  • Pada  tanah  gambut  sedalam  lebih  dari 2 meter. Tanaman kelapa sawit tumbuh kurang baik karena akar sulitmencapai tanah dan tanaman akan mudah rubuh

[baca selengkapnya..]

Klasifikasi Kelapa Sawit

KLASIFIKASI KELAPA SAWIT

Tanaman Kelapa Sawit   Elaeis guineensis Jack) diduga berasal dari duatempat, yaitu Amerika Selatan dan Afrika. Spesies  Elaeis oleivera diduga berasaldari Amerika Selatan dan spesies Elaeis guineensis berasal dari Afrika (Guenia).Kelapa Sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang memilikiberbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanamanlain. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah, bahkantanpa kolesterol.Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupaminyak mentah (CPO atau Crude Palm Oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau Palm Kernel Oil) yang tidak berwarna (jernih). CPO atauPKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng danmargarin), industri sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas),industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif (minyak diesel).

Divisi               :  Spermatophyta
 Subdivisi        :  Angiospermae
 Kelas                    :  Monocotyledonae
 Ordo               :  Palmales
 Famili                   :  Palmaceae
 Genus                   :  Elaesis
 Spesies                 :  Elaeis guineensis
                           Elaeis melanococca  / E. oleivera
Varietas                 :  Elaeis guineensis
  dura
                          Elaeis guineensis
  tenera
                          Elaeis guineensis
  pisifera

[baca selengkapnya..]