BEM (Badan Eksekusi Makanan)

Mahasiswa mental tempe dan nasi bungkus di kritik ibu-ibu dengan membuat poster gambar seperti ini : 



Makan malam mahasiswa dari perwakilan BEM sej‎umlah kampus ternama kali ini mungkin terasa begitu spesial. Bagaimana tidak, mereka makan malam di Istana Negara bersama Presiden Jokowi.

Jokowi malam ini memang mempersiapkan waktunya secara khusus untuk menerima mahasiswa. Dia ingin mendengar langsung apa saja uneg-uneg dari mahasiswa ini.

Mereka yang datang umumnya adalah para pimpinan BEM dari Trisakti, UIN, Telkom University, Unpad, ITB, UGM, ITS, Unpar, Iisip, UPI, UI serta Atma Jaya.‎ Acara sendiri sejatinya dimulai pukul 19.00 WIB. Namun karena tidak semua datang tepat waktu, acara diawali dengan makan malam bersama.

"Saya nggak tahu menunya, soalnya telat datang," kata Ketua BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Liu Timotius Christian di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakpus, Senin (18/5/2015) malam.

Praktis acara dimulai pukul 20.00 WIB. Lokasinya di meja makan besar di dalam Istana Negara. Lokasi yang sama saat Jokowi siang tadi menerima para pimpinan lembaga tinggi negara.

Kata Christian, Jokowi saat itu ditemani oleh Teten Masduki, anggota tim komunikasi presiden serta Seskab Andi Widjajanto. Sedangkan di seberang meja, para mahasiswa duduk dan berbicara tiap-tiap perwakilan kampus.

"Kami dulu yang bicara, setelah ditampung, baru dijawab seluruhnya," jelas Christian

Dari hasil Rapat makan tersebut setelah Para Petinggi Badan Eksekusi Makanan (BEM) yang hadir sudah kekenyangan dan menyatakan komitmen bersama "TIDAK AKAN DEMO TANGGAL 20 MEI 2015" dengan alasan yang tidak masuk akal yaitu "ADANYA PENYELINAP YANG AKAN MEMBUAT KERUSUHAN".... 

[baca selengkapnya..]

Reporter Bilang Hanya 20 Mahasiswa yang Demo Faktanya 1000 lebih Mahasiswa Turun

Inilah yang di katakan oleh Reporter yang tidak tahu menghitung : 

Sebanyak 20 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang mengikuti aksi hari ini, Rabu 20 Mei 2015. Lebih banyak petugas yang melakukan pengamanan ketimbang mahasiswa yang menggelar unjuk rasa.


Mereka yang tergabung dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Jakarta dan Universitas Lampung langsung membubarkan diri setelah melakukan orasi. Mereka berjanji akan menggelar aksi lagi pada Kamis 21 Mei 2015 besok. 

"Besok kami akan mulai aksi pada pukul 10.00 WIB pagi. Aksi kami mulai dari patung kuda Thamrin ke Istana Negara," kata Ahmad Khairudin Syam, selaku Presiden BEM KBM Unila, yang juga diketahui sebagai Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia(BEM SI) di Bundaran HI Jakarta Pusat.

Reporter Bodoh yang tidak bisa menghitung.... 
Ahmad mengatakan, pada aksi unjuk rasa esok hari, mereka ingin bisa bertemu dengan Presiden Jokowi secara langsung, agar aspirasi mereka benar-benar didengar. 


Ahmad menjelaskan, mereka akan menginap di depan Istana Negara apabila pada aksi esok tidak bisa bersua juga dengan Presiden Jokowi.

"Kami berniat jika tidak bisa bertemu Presiden hari itu, maka kami akan menginap di depan Istana. Kami mau bertemu Jokowi langsung agar aspirasi kita terealisasikan," kata Ahmad.
Lanjutkan Kawan 
Lebih lanjut, Ahmad juga menjelaskan, tentang apa tuntutan yang akan mereka layangkan pada aksi unjuk rasa esok hari. Diketahui, ada dua tuntutan yang dilayangkan oleh BEM SI kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

"Kami meminta pemerintah mencabut kebijakan harga BBM dari mekanisme pasar bebas dan kembalikan subsidi BBM. Kedua, kami minta pemerintah mengambil alih seratus persen kekayaan dan aset Blok Mahakam dan Freeport ketika kontrak sudah berakhir," katanya.
Ini dia yang di katakan Reporter Tak Tau
Menghitung 20 Mahasiswa yang demo

Dalam kesempatan ini, Ahmad mengajak kepada seluruh mahasiswa di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi BEM SI agar dapat ikut serta pada aksi mereka esok hari. Diketahui, mereka yang hadir pada hari ini hanyalah para Presiden BEM dari masing-masing Universitas yang tergabung dalam BEM SI.

"Kami mengajak seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI, untuk ikut dalam aksi besok, kita mengimbau semua rekan untuk hadir,
[baca selengkapnya..]

Mahasiswa Batal Demo Tanggal 20 Di Sogok Jokowi Dengan Nasi Bungkus

Badan Eksekutif Mahasiswa yang bisa di bayar dengan nasi Bungkus itu adalah :

1. Universitas Indonesia (UI)

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

3. Universitas Parahyangan (UP) 

4. Universitas Padjadjaran (UNPAD) 

5. Universitas Trisakti

6. Universitas Atmajaya



Mahasiswa harganya cuma seharga nasi bungkus, pecundang, penakut, mahasiwa bayaran, inilah yang layak di acungkan kepada para mahasiwa yang menghadiri jamuan makan ala JOKOWEK di istana presiden. para mahasiswa berhasil di bodoh-bodohi dengan alasan adanya penumpang dari luar yang akan membuat ribu demo yang di rencanakan tanggal 20 Mei 2015. 


Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah universitas di Indonesia, Senin (18/5/2015) malam.


Usai bertemu Presiden Jokowi, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Andi Aulia Rahman mengungkapkan, pihaknya batal melakukan demo besar-besaran besok, Rabu (20/5/2015) lantaran disinyalir ada isu 'penumpang gelap' dengan agenda menggulingkan Jokowi. (Baca:Meski Diundang Lagi ke Istana, HMI Siap Lancarkan Aksi 20 Mei)


Namun, janji dia, gabungan mahasiswa tetap akan turun ke jalan pada Kamis (21/5/2015).

Ini lah Para Mahasiswa Harga Nasi Bungkus
yang berhasil di Bodoh-Bodohi Jokowek 


"Kami awalnya mau demo tanggal segitu, tapi ternyata tanggal 20 ada yang mainin isu lengserkan Presiden. Makanya, kami jadi tanggal 21," kata Andi di kantor presiden, Senin (18/5/2015) malam.



Andi menegaskan, gerakan mahasiswa kali ini tidak membawa misi melengserkan pemerintahan yang sah, melainkan ingin mengkritisi sejumlah kebijakan yang tidak pro rakyat. (Baca: Besok, Jokowi Didemo Besar-besaran, Ini Pesan Menteri Tedjo)


"Kami berbeda dengan pergerakan tahun '98 dan '66. Kami tidak ingin gerakan mahasiswa selalu dikaitkan dengan turunnya rezim. Kami ingin membangunkan presiden tentang persoalan di depan mata. Terlalu dini untuk mengeluarkan hal itu (pelengseran presiden)," kata Andi.


Ia mengklaim, sejumlah perwakilan yang hadir di Istana semalam pun, yakni dari UI, Universitas Gadjah Mada, Universitas Parahyangan, Universitas Padjadjaran, Universitas Trisakti, dan Universitas Atmajaya, bersepakat untuk tidak melakukan aksi pada Rabu besok.

[baca selengkapnya..]