Pelatihan Dan Pengembangan Organisasi

Teknik-teknik pelatihan konvensional seperti per-kuliahan, diskusi tentang kasus bahkan permainan simulasi merupakan suatu bentuk pelatihan yang masih dapat di-andalkan untuk menjawab tantangan organisasi. Namun dalam kondisi globalisasi dunia dan era keterbukaan informasi yang semakin komplek, terutama didalam membina hubungan antar personil guru dari berbagai macam latar dan sosial budaya, maka pola-pola pelatihan konvensional dimaksud hampir selalu ketinggalan dibandingan kecepatan dinamika lingkungan yang dihadapi sehari-harinya, dan untuk itu sudah sangat diperlukan model-model pelatihan yang lebih komplek lagi. 
 
Terakhir ini cukup dikenal oleh kita model pelatihan luar ruang (outbound training) yang meng-hadiri kompleksitas alam kepada para peserta pelatihan. Keunggulan pelatihan luar ruang seperti ini antara lain peserta menjadi lebih aktif lagi berperan serta dan bersifat rekreasi sehingga kegiatan pelatihan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan jauh dari membosankan.

Banyak pimpinan puncak dalam suatu organisasi berpendapat bahwa pelatihan hanya semata-mata adalah fungsi staf, dan jikapun diadakan program pelatihan hanya karena mengikuti mode dalam dunia manajerial. Selama manajemen menganggap proses pelatihan sebagai suatu yang terlepas dari kegiatan sehari-hari dalam pekerjaan, sehingga akhirnya arti pelatihan bagi pengembangan organisasi secara keseluruhan menjadi tidak berarti.

Pelatihan manajemen merupakan bagian yang sangat penting dari pengembangan organisasi dan manajerial, melengkapi teknik-teknik pengembangan organisasi seperti rotasi (pemindahan) pekerjaan dan penilaian prestasi guru ( Strauss dan Sayles ; 1981 : 113 ) Teknik semacam itu adalah perlu untuk membantu para pimpinan yang pantas dipromosikan guna mempersiapkan diri untuk kenaikan, untuk membantu para manajer mengikuti perkembangan teknologi, untuk memupuk semangat pada pimpinan-pimpinan tingkat rendah dengan menunjukan perhatian manajemen puncak terhadap mereka, dan terutama sekali untuk membantu memperbaiki hubungan antar perseorangan.

Masih menurut Strauss dan Sayless sebagaimana dimaksud di atas ; Bahwa hal penting dalam pengembangan organisasi adalah bagaimana mengharmoniskan hubungan antar personil dalam suatu organisasi. Kebanyakan pendekatan ke pengembangan organisasi beranggapan bahwa perubahan tidak akan terjadi kecuali jika para guru merasa kecewa (tak puas) mengenai prestasi mereka yang sekarang, dan ini memerlukan semacam umpan balik atau “konfrontasi” yang membuat para guru menjadi lebih peka lagi terhadap kelakuan mereka sendiri dan pengaruhnya atas orang lain.


0 comments:

Post a Comment